Selamat Datang di Web Resmi SCBD Sragen www.sragencapacitybuilding.blogspot.com
Thursday, 24 March 2011

FGD Profil Gender dan Anak Kabupaten Sragen

Sejumlah peserta perwakilan SKPD Kabupaten Sragen melakukan FGD membahas masalah dan strategi program gender dan anak Kabupaten Sragen di Ruang Sukowati Sekda Kabupaten Sragen (22/03/11).










Sragen-Penyusunan buku Profil Gender dan Anak Kabupaten Sragen telah sampai pada tahap Focus Group Discussion (FGD). Senin (22/03/11) telah berlangsung kegiatan Workshop Profil dan Rencana Aksi Program Gender dan Anak Kabupaten Sragen Tahun 2006-2010 di Ruang Sukowati Sekda Kabupaten Sragen. Kegiatan utama workshop ini adalah FGD antar SKPD Kabupaten Sragen terkait masalah gender dan anak untuk membahas masalah dan strategi program gender dan anak di Kabupaten Sragen.

Peserta berperan aktif dalam FGD penyusunan Profil Gender dan Anak ini karena akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembangunan responsif gender dan anak Kabupaten Sragen untuk lima tahun kedepan, sebagaimana diungkapkan Rina Wijaya SP, MT selaku Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Sragen.

Acara yang diselenggarakan SCBD Sragen dengan Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Kabupaten Sragen ini diikuti sebanyak 25 peserta yang terbentuk menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok merumuskan profil, masalah utama hingga upaya & rekomendasi isu gender dan anak di satuan kerja atau bidang .

Dari hasil FGD tersebut telah dihasilkan draft profil gender dan anak, rumusan masalah utama gender dan anak, serta strategi program gender dan anak di kabupaten Sragen dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi ketenagakerjaan, politik dan pengambilan keputusan, hukum dan social budaya dan perlindungan perempuan dan anak tahun 2011-2015.

Tuesday, 15 March 2011

Bangun Karakter dan Mentalitas yang Modern


Sragen-Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dan mengalami perkembangan. Berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, hal ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja pejabat daerah. Salah satu aspek yang perlu dipersiapkan untuk mencapai hal tersebut adalah membangun karakter dan mentalitas sumberdaya manusia yang modern.

Hal tersebut disampaikan oleh Caecilia Tri Wahyanti, SPd,MA selaku narasumber dalam Pelatihan Orientasi Eksekutif Yunior II Angkatan Pertama pada 9 Maret 2011 di Badan Pendidikan dan Latihan (Badan Diklat) Kabupaten Sragen. “Mentalitas dan karakteristik modern dibutuhkan untuk mengelola manajemen perkantoran agar lebih efektif dan efisien”, ungkapnya dalam penyampaian materi Manajemen Perkantoran.

Menurutnya dalam manajemen perkantoran terdapat tiga aspek penting yang saling mendukung. Pertama, fisik yang terdiri dari gedung, alat dan teknologi. Kedua, sistem yang terdiri dari prosedur, SOP, target dan prioritas. Ketiga, SDM yang terdiri dari mentalitas, kompetensi dan profesionalitas pengelola. Ketiganya harus bersinergi dengan baik, namun yang paling penting adalah bagaimana membangun karakter SDM yang mampu mengikuti perkembangan jaman, berkompetensi dan professional. “Fasilitas, peralatan dan teknologi canggih mendukung, tapi bila sumberdaya manusianya tak ada, itu semua akan sia-sia”, ujarnya.

Aris Munandar selaku peserta pelatihan dari DPPKAD Kabupaten Sragen menyatakan bahwa saat ini teknologi yang disediakan dikantor pemerintahan sudah cukup canggih, jumlah sumberdaya juga banyak, namun memang diakuinya sumberdaya tersebut perlu ditingkatkan kompetennya.

Menanggapi hal tersebut Caecilia Tri Wahyanti, SPd,MA menyatakan memang tak mudah membangun karakter SDM yang modern namun harus dimulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang karena mentalitas dan karakter sangat mempengaruhi budaya kerja. Mentalitas dan karakter modern bukan berarti meninggalkan norma-norma yang ada, namun selalu terbuka dalam menerima perubahan zaman.

Karakter ini akan lebih baik lagi bila didukung dengan keseimbangan antara hardskill berupa kemampuan administrasi serta teknis dan softskill berupa kemampuan bekerja dalam teamwork, ketrampilan berkomunikasi dan kemampuan manajerial.

Ia mencontohkan salah satu pentingnya peranan SDM modern dan berkompeten adalah dalam tata kelola kearsipan pemerintah yang cenderung menghabiskan banyak kertas. Arsip-arsip pemerintah yang banyak dari tahun ketahun dapat disimpan dalam sistem file atau pembuatan jurnal, apabila dibutuhkan file tersebut dapat didownload melalui internet. Untuk melakukan hal ini, tentu dibutuhkan SDM yang berkompeten dan mengerti tentang teknologi canggih. “Negara kita sudah cukup terkenal dengan negara arsip, maka kita harus meminimalisir hal tersebut dengan manajemen perkantoran yang lebih canggih dan sumberdaya manusia yang modern”, katanya.

Manajemen Perkantoran adalah salah satu materi yang disampaikan dalam Pelatihan Orientasi Eksekutif Yunior II Angkatan Pertama. Kegiatan yang dilaksanakan oleh SCBD Sragen bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Sragen akan terbagi menjadi dua angkatan. Angkatan I dimulai pada 7-22 Maret 2011 dan Angkatan II pada 14-29 Maret 2011 dengan peserta seluruh SKPD dilingkungan Kabupaten Sragen.

Diklat Manajemen Proyek Tingkatakan Kemampuan Manajerial PNS

Sragen- Bertempat di Aula Merbabu Badan Pendidikan Kabupaten Sragen telah dilaksanakan Diklat Manajemen Proyek untuk pejabat daerah dari seluruh SKPD Kabupaten Sragen. Diklat yang diselenggarakan oleh SCBD Sragen dengan Bappeda Sragen ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial pejabat daerah dibidang proyek.
Dr. Bambang Ismanto, M.Si. selaku narasumber menjelaskan bahwa kemampuan manajemen proyek adalah hal yang penting dimiliki oleh aparat pemerintah daerah. Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan mengadakan proyek untuk pembangunan daerah adalah mengidentifikasi permasalahan daerah. “Proyek diadakan karena ada suatu permasalahan atau latar belakang, oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut sebelum mengawali proyek”, ungkapnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa dalam memulai suatu proyek, hal yang paling sulit adalah dalam perencanaanya. Bagaimana merencanakan proyek dengan sumberdaya yang dimiliki, berapa lama proyek akan dilaksanakan, berapa sumber daya manusia yang dibutuhkan dan bagaimana penganggaran dananya.
Dr. Bambang Ismanto, M.Si. juga menjelaskan bahwa sebuah proyek harus dipimpin seorang pejabat pelaksana teknis kegiatan yang memiliki keahlian teknis sesuai dengan lingkup proyek. Pejabat tersebut harus memiliki ketersediaan waktu yang diperlukan dalam menjalankan proyek, berpengalaman dalam memecahkan masalah manajerial dan memiliki indikasi bersedia menghadapi tantangan.
Melalui diklat ini, para pejabat daerah yang nantinya akan mengelola proyek-proyek pembangunan daerah memperoleh pengetahuan manajemen proyek mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap monitoring dan evaluasi proyek.
Diklat Manajemen Proyek yang berlangsung selama tujuh hari ini adalah upaya peningkatan kapasitas pejabat daerah oleh proyek SCBD Kabupaten Sragen. Diklat ini dimulai pada 8 Maret 2011 dengan diselenggarakannya Seminar Stretagi Penyelenggaraan Proyek Dana Alokasi Khusus dan berakhir pada 15 Maret 2011.

SIMONEP

SIMPEG

CATEGORY

Followers

Powered by Blogger.